Kita Tak Mau Berbuat Apa-apa

saat kita kehabisan kata
menyesatkan diri
atau bersembunyi
kau pilih di antara, di tengah
keterlanjuran-keterlanjuran
bukan melulu soal rasa
atau perkara cinta

hatimu perlahan dihinggapi rayap
menggerogoti jiwa
yang lemah dan lembab
juga harimu, menuju penghabisan
hingga bosan yang mahadahsyatnya

kita tak bisa berbuat apa-apa
(yang paling parah)
kita tak mau berbuat apa-apa
menunggu, hingga gelap langit tiba-tiba
membutatuli seperti biasa

jika saja kita bersepakat
untuk menemukan tanda titik
akhiri cerita dengan sederhana saja
keringat
dan airmata yang sia-sia
telah bermuara menuju samudra

Bekasi, 24 Oktober 2017

Advertisements

Pohon Melati

segelas kopi di siang hari
memperpanjang sisa umurku
memperpanjang keraguanku

pohon melati di malam hari
menguapkan bau badanmu
menguapkan rasa rinduku

tiba-tiba kita di persimpangan jalan
kau pertaruhkan segalanya

sebelum azan subuh menggema
melangkahlah sebab kau harus, dan
menghadapi kemungkinan terburuk

pohon melati di malam hari
aku ingin menghirupmu sekali lagi

Bekasi, 12 September 2017

Merayakan Kegelisahan

Luka yang basah, disayat entah oleh siapa.
Adalah baka dalam ruang gelap sukma ini.
Dan perkara lain yang tak pernah kelar. Juga
tangisan bayi, mengemis buah dada ibunda.

Lihat paras itu! Datar bukan tenang, senyum
bukan senang. Bahwa meragu adalah pasti,
mengenai masa depan yang jelas taksa.
Lihat sosok itu! Tergilas arus langkah para
rakus. Hanya sebenar menoleh ke timur.
Tentang mereka yang bahagia, entah karena
apa.

Inilah waktu yang tepat, untuk merayakan
kegelisahan. Bergetar keras pusara di dada.
Claire de lune. Peluklah raga itu! Meledaklah
dalam keadaan sepi! Sebab tak ada yang
perlu tahu. Mereka tak akan mengerti. Rahasia
yang dicatat malaikat.

Yogyakarta, 8 Mei 2016

Post Coitus

pertempuran terjadi
saat pagi masih belia

antara hujan dan keheningan
antara rindu dan tanda tanya

yang pernah pamit
datang kembali
menjelma angin semilir sejuk
menyapa celah daun jendela
lalu hinggap di dinding kamar

tidak ada upacara khusus
atau pesta pora penyambutan

segelas anggur
sebatang rokok

menyihir waktu
menjadi ragu

Yogyakarta, 29 April 2016

Amor Fati

Untuk Annisa Bena Amadea

kita adalah potongan pesta
yang dihelat tuhan tadi malam
tenggelam dalam cahaya gemilang
dan sorak semarak para pemenang

kita tak pernah tahu bagaimana
sampai akhirnya kita terlepas
di lautan luas
oleh itu, kita tak bertanya
kenapa kita sampai di sini

dengan atau tanpa kau berkata
gelisah lebih dahulu bergelayut di mata
jadi kau diam saja

“tenang” kataku

kita adalah sisa-sisa kemunafikkan
dari mereka yang banal
dari mereka yang binal

lantas kau tertawa
dan aku terpana
lantas kau berhenti
dan aku mengerti

apa guna sebuah tawa?
dari mereka yang tak terdengar

Yogyakarta, 26 April 2016