Drive My Car

Kepada Soe

kemudikan mobilku
bawa aku dalam kendalimu
sebab malam ini aku tak ingin balik
malam ini aku begitu melankolik

kota kita sudah lelap sekali
hanya ada aku dan kamu kini
juga lampu-lampu yang kerucut
ke mana perginya para pengecut?

kamu membawaku pada batas
sampai aku merasa lepas
ingatan tercecer di jalan-jalan
sembilan belas enam sembilan

saat semuanya mesra, tapi kosong
hati manusia berbolong-bolong
mengapa kita sangat kelabu
dalam perayaan rabu abu?

Bekasi, 2 Maret 2022

Debu di Kolong Meja Kerja

di kolong meja kerjaku
ada debu dari tiga tahun lalu
merekam sejarah cinta
yang basi dan itu-itu saja

aku dan kau saling suka
saling janji tak buat luka
sebab luka itu perih, sayang
luka itu ada
luka itu purba

kita telah menjadi saksi
atas semua tragedi
juga berahi

huft, sebuah awal kan pasti berakhir
tak apa juga jika bukan kau yang terakhir

saatnya menulis cerita baru
menyeka lantai,
dan kenakan baju

Bekasi, 2 Desember 2021

Obituari

berita lelayu
membawa nama-nama yang terabaikan
melampaui dinding kamar
lewat sepiker masjid,
grup whatsapp, dan instastory
tapi aku masih belajar menulis obituari

Bekasi, 1 juli 2021

Catatan: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 504 orang meninggal dunia akibat covid-19 per 1 Juli 2021, menambah total kematian di Indonesia menjadi 58.995 orang.

Selesai

Oleh: Toeti Heraty

suatu saat toh mesti ditinggalkan
dunia yang itu-itu juga
—api petualangan cinta telah pudar—
bayang-bayang dalam mimpi, senyum
   tanpa penyesalan kini
beberapa peristiwa tinggalkan
   asap urai ditelan awan

beberapa nama, beberapa ranjang
beberapa tinta mengalir dan terbuang
   —mengapa tidak?!—
menyeka debu dari buku, menemukan
   coretan yang hampir musna
jadi permainan yang hilang ketegangannya

dunia ini nyata, suatu penemuan!
dunia ini nyata, suata keheranan!
keheranan dan penemuan jelmakan
   benda-benda mesra

bola yang usang dan beruang tercinta
sepatu merah yang telah lepas-lepas
   kulitnya,

dunia ini nyata
sebentar lagi anak-anak pulang
   dari pesta

Garang Asem

Membuka kulit garang asem
isinya bukan ayam kampung
tapi mayat anak-anak Palestina
yang mengakrabi rudal Israel

Alih-alih kubuang
kulit garang asem yang hijau layu
kurobek jadi dua
separuh buat selimut
separuh buat bendera kemerdekaan
semua, buat Palestina

Jakarta, 22 Mei 2021

Catatan: Meminjam puisi ‘Nagasari’ karya Zawawi Imron, memodifikasi luka ke dalam bentuk luka yang lain. Sebab ‘Madura, Akulah Darahmu’ adalah juga ‘Palestina, Akulah Darahmu.”

TKP

Untuk Yosea, yang semakin bernas

sebaik-baiknya tubuh
adalah juga tempat kejadian perkara
ia yang hancur kembali utuh
membisu, jadi jalan ‘tuk bersuara

maka minumlah sedikit demi sedikit
agar mabuk dan bisa bangkit
lalu tenggelam dalam kesaksian
omong kosong berita acara pemeriksaan

Bekasi, 28 Maret 2021

Catatan: Puisi ini sudah tayang sebelumnya di kanal Festival Puisi Jelek yang digagas Afrizal Malna.

Restoran Paling Sepi di Jakarta

Aku sudah di sini
Di restoran paling sepi di Jakarta
Kau masih di jalan
Terjebak macet ibu kota sialan

Sebentar lagi kau datang
Masih ada waktu untuk bersiap diri:
menyisir rambut;
memecahkan jerawat;
kursus bicara;
gerak tubuh itu penting;
Semua harus berjalan baik

“Di restoran paling sepi di Jakarta
Haruskah kau berpura-pura?
Di restoran paling sepi di Jakarta
Mampukah kau berterus-terang?”

Aku sudah di sini
Di restoran paling sepi di Jakarta
Kau masih di jalan
Menuju arah pulang

13 Januari 2019