luka

Debu di Kolong Meja Kerja

di kolong meja kerjaku
ada debu dari tiga tahun lalu
merekam sejarah cinta
yang basi dan itu-itu saja

aku dan kau saling suka
saling janji tak buat luka
sebab luka itu perih, sayang
luka itu ada
luka itu purba

kita telah menjadi saksi
atas semua tragedi
juga berahi

huft, sebuah awal kan pasti berakhir
tak apa juga jika bukan kau yang terakhir

saatnya menulis cerita baru
menyeka lantai,
dan kenakan baju

Bekasi, 2 Desember 2021

Merayakan Kegelisahan

Luka yang basah, disayat entah oleh siapa.
Adalah baka dalam ruang gelap sukma ini.
Dan perkara lain yang tak pernah kelar. Juga
tangisan bayi, mengemis buah dada ibunda.

Lihat paras itu! Datar bukan tenang, senyum
bukan senang. Bahwa meragu adalah pasti,
mengenai masa depan yang jelas taksa.
Lihat sosok itu! Tergilas arus langkah para
rakus. Hanya sebenar menoleh ke timur.
Tentang mereka yang bahagia, entah karena
apa.

Inilah waktu yang tepat, untuk merayakan
kegelisahan. Bergetar keras pusara di dada.
Claire de lune. Peluklah raga itu! Meledaklah
dalam keadaan sepi! Sebab tak ada yang
perlu tahu. Mereka tak akan mengerti. Rahasia
yang dicatat malaikat.

Yogyakarta, 8 Mei 2016

Sejenak Saja

Untuk D

sejenak saja kau berhenti
menengok ke belakang
tebing besar yang kau belah
adalah masa lalu
yang perlahan runtuh
dengan atau tanpa kau telan malam

di sudut rumah
ada cerita yang ditutur dewa
tentang anak berjubah putih
digigit anjing tetangganya
tak ada jerit
tapi luka itu abadi

sejenak saja kau berhenti
membunuh ular melilit kaki
sebab kau besar
dan melangkah adalah keharusan
mencari obat penawar luka

Yogyakarta, 5 Maret 2016